Headline

Kamis, 29 Desember 2011

Jalan Kaki 15 Menit Cukup untuk Imbangi Ngemil Cokelat

Pada penggemar cokelat sering tidak bisa kerja kalau tidak ngemil makanan tersebut. Agar kalorinya tidak bikin gemuk, jalan kaki 15 menit tiap hari sudah cukup untuk menetralkan efek dari setengah porsi cokelat yang dikonsumsi tiap hari.

Sebuah penelitian di University of Exeter mengungkap, jalan kaki bisa membakar kalori dalam jumlah yang setara dengan 15-28 gram cokelat. Pembakaran kalori sebesar itu sudah cukup untuk mencegah terjadinya penumpukan cadangan energi, yang disimpan sebagai lemak.

"Orang sering berpikir bahwa snack dan cokelat bisa meningkatkan tenaga dan mengatasi jenuh saat bekerja, makanya sulit untuk tidak ngemil," kata Prof Adrian Taylor yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (8/12/2011).

Dalam penelitian tersbeut, Prof Taylor melakukan pengamatan terhadap 78 penggemar cokelat yang selalu ngemil makanan tersebut saat sedang bekerja. Sebagian diimbangi olahraga ringan misalnya jalan kaki meski hanya 15 menit, sebagian lagi sangat jarang bergerak.

Kesimpulan pertama yang ditarik dari pengamatan itu adalah, tidak ada hubungan antara porsi cokelat yang dikonsumsi dengan tingkat stres atau kesulitan dalam bekerja. Seseorang yang tidak sedang stres bisa saja makan cokelat lebih banyak dibanding yang sedang stres.

Selanjutnya pada kesimpulan yabng kedua, Prof Taylor mendapati bahwa partisipan yang sering bergerak lebih sedikit mengalami peningkatan berat badan. Tidak harus olahraga berat, dalam penelitian ini jalan kaki selama 15 menit sudah cukup untuk memberikan efek yang signifikan.

Selain mencegah terbentuknya timbunan lemak, aktivitas fisik atau olahraga juga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung. Makin sering jantung dilatih untuk bergerak, makin kuat pula organ tersebut dalam memompa darah sehingga tidak mudah kena serangan jantung.

Orang Gemuk Rentan Terjatuh Tapi Jarang Cedera

Penderita obesitas atau kelebihan berat badan lebih mungkin terjatuh dan berisiko cedera atau cacat daripada orang yang lebih kurus. Untungnya, kelebihan berat badan tersebut mampu melindungi tubuhnya dari cedera.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of American Geriatrics Society menganalisis data dari 10.755 orang berusia 65 tahun ke atas. Peneliti menemukan bahwa lansia dengan obesitas sebanyak 12 hingga 50 persen lebih mungkin mengalami jatuh selama lebih dari dua tahun daripada teman sebayanya dengan berat normal.

Kenaikan tersebut seiring dengan kenaikan tingkat obesitas. Lansia dengan 50 persen risiko yang lebih tinggi adalah lansia dengan indeks massa tubuh (IMT) 40 ke atas, atau memiliki kelebihan berat badan sekitar 45 kg untuk pria dan 36 kg untuk wanita.

Para peserta penelitian disurvei setiap dua tahun antara tahun 1998 hingga 2006. Mereka melaporkan telah mengalami total 9.621 kali jatuh dan mengakibatkan lebih dari 3.100 cedera yang cukup serius sehingga memerlukan perhatian medis. Di antara lansia yang mengalami jatuh, 23 persen di antaranya mengalami obesitas. Sedangkan lansia yang tidak jatuh selama masa penelitian hanya kurang dari 20 persen.

"Terjatuh seringkali dilihat sebagai masalah lansia yang rapuh karena tulangnya sangat rentan patah tulang. Namun obesitas memiliki risiko sendiri. Orang yang mengalami obesitas memiliki kesulitan mempertahankan keseimbangan. Dan ketika lansia obesitas kehilangan keseimbangannya, mereka mungkin kurang mampu bereaksi dengan cepat dan menahan jatuh," kata peneliti, Christine Himes, dari Syracuse University di New York.

Untuk risiko cedera karena terjatuh, lansia yang sangat gemuk dengan IMT 40 ke atas memiliki kemungkinan terluka satu sepertiga lebih kecil dibandingkan dengan lansia dengan berat badan normal.

Namun lansia yang memiliki obesitas ringan tidak memiliki efek perlindungan tersebut. Bahkan, lansia yang mengidap obesitas dalam taraf menengah memiliki resiko yang lebih besar mengalami cacat untuk jangka panjang setelah jatuh dibandingkan lansia dengan berat badan normal.

Lansia dengan IMT 30-34,9 memiliki kemungkinan 17 persen lebih besar dibandingkan lansia dengan berat badan normal untuk mengalami cacat setelah jatuh. Dan lansia dengan IMT antara 35-39,9 memiliki kemungkinan 39 persen lebih besar mengalam cacat.

Penelitian yang dilansir Reuters, Kamis (29/12/2011) ini menegaskan bahwa orang gemuk lebih rentan terjatuh daripada orang kurus. Dan ketika jatuh, orang yang paling gemuk mungkin terlindungi dari cedera karena bantalan ekstra dan tulang yang lebih padat. Tetapi ketika orang gemuk yang cedera, kemungkinannya untuk pulih lebih kecil.

bahaya dengarkan musik pakai hadset

Musik yang keras telah diketahui dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada remaja di tahun 1960 dan 1970-an. Namun saat ini, pemutar MP3 juga dapat memperburuk gangguan tersebut pada generasi sesudahnya.

Perangkat yang melantunkan musik langsung melalui saluran telinga ini memungkinkan pemakainya mendengarkan lagu tanpa harus terganggu oleh gemuruh suara kereta atau dengungan mesin pesawat. Karena ribuan lagu bisa diputar selama berjam-jam, pemakainya cenderung mendengarkan terus menerus selama berjam-jam pada suatu waktu.

Kerusakan pada pendengaran disebabkan oleh volume tinggi secara terus menerus lewat pemutar MP3. Bahkan pada taraf yang tampaknya wajar, pemakaian headset dapat merusak sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam yang berfungsi mengirimkan impuls suara ke otak.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang terkena suara sampai 85 desibel selama delapan jam cenderung mengalami gangguan pendengaran. Sedangkan semua pemutar musik yang kami teliti menghasilkan tingkat suara lebih dari 85 desibel," kata Brian Fligor, ScD dari Rumah Sakit Anak di Boston.

"Suara mesin pemotong rumput menghasilkan sekitar 80-85 desibel. Jika iPod menghasilkan suara 20 desibel di atasnya, maka kisarannya adalah 100-105 desibel. Pada tingkat ini, seharusnya perangkat tidak digunakan lebih dari 8-15 menit," imbuh Fligor.

Tapi seperti jutaan pemilik iPod lainnya, penguna headset mendengarkan lagu selama beberapa jam sehari dan secara tidak disadari membahayakan pendengarannya. Maka, membatasi volume MP3 player mungkin tampak seperti sebuah solusi yang nyata.

Perancis dan negara-negara Eropa lainnya telah membuat aturan yang membatasi volume iPod dan perangkat lain agar tidak menghasilkan suara lebih dari 100 desibel. Sayangnya, lama pemakaian yang juga ikut mempengaruhi tidak diatur. Selain itu, segera setelah negara-negara Eropa membatasi volume iPod, situs web mulai menyediakan petunjuk rinci tentang cara untuk mengakali ketentuan itu.

Maria Florentine, pakar audiolog di Northeastern University menduga bahwa beberapa anak muda memiliki apa yang ia sebut dengan gangguan ketergantungan terhadap musik keras.

"Saya menanyai beberapa remaja mengapa mereka terus mendengarkan musik yang keras meskipun tahu hal itu merusak pendengaran. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak bisa berhenti mendengarkannya," kata Florentine seperti dilansir cbsnews.com, Kamis (29/12/2011).

Banyak orang yang tetap menyangkal bahaya dari mendengarkan musik keras-keras sebab gejala awalnya cenderung muncul secara bertahap. Gangguan pendengaran ini meningkat sebelum disadari bahwa gangguan telah berubah menjadi lebih serius. Gangguan pendengaran ini juga lebih sering terjadi seiring pertambahan usia.

Sebuah artikel dalam jurnal Pediatrics memperkirakan bahwa 12,5 persen anak berusia 6 - 19 tahun di Amerika Serikat atau sekitar 5,2 juta orang telah mengalami gangguan pendengaran.

"Penelitian kami menunjukan bahwa 16 persen anak berusia 6 - 19 tahun telah mengalami tanda-tanda awal gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh suara keras," kata William Martin, PhD, dari Oregon Health and Science University di Portland, Amerika Serikat.

Nyamuk Lebih Suka Menggigit Kaki yang Banyak Bakterinya

Bau keringat manusia merupakan salah satu daya tarik bagi nyamuk untuk hinggap dan menghisap darahnya. Namun bukan sembarang bau, nyamuk lebih tertarik pada bau keringat di kaki yang banyak bakterinya daripada cuma bau keringat alami.

Bau keringat alami dipicu oleh amonia, yakni salah satu komponen yang dihasilkan kelenjar keringat dan berbau tajam atau menyengat. Bagi nyamuk, bau ini kurang menarik seperti halnya orang lain yang juga tidak tertarik dengan keringat berbau amonia.

Lain halnya ketika keringat itu bercampur dengan bakteri, yang membuat bau amonia tersebut makin tajam dan menyengat. Spesies nyamuk yang menularkan penyakit malaria yakni Anopheles paling suka bau keringat yang mengandung bakteri seperti pada orang yang jarang mandi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE menunjukkan, nyamuk lebih menyukai sampel keringat yang diambil dari kaki kiri 48 relawan. Meski sama-sama berbau tidak sedap, nyamuk lebih tertarik pada sampel keringat daripada sampel amonia murni.

Setelah diteliti di laboratorium, terungkap bahwa sampel-sampel keringat itu mengandung mikroba termasuk bakteri dan jamur. Makin banyak mikroba yang terkandung dalam sampel keringat tersebut, makin banyak nyamuk yang tertarik untuk mendekati sampel keringat.

Jenis mikroba yang ditemukan dalam sampel keringat para relawan antara lain meliputi Leptotrichia, Delftia, Actinobacteria Gp3, and Staphylococcus. Namun khusus mikroba berjenis Pseudomonas dan Variovorax diduga malah dijauhi oleh nyamuk Anopheles.

"Kami menduga bahwa ketertarikan nyamuk pada manusia dipengaruhi oleh mikroba di kulit, yang menghasilkan senyawa tertentu dan turut menentukan bau keringat," kata Niels Verhulst dari Wageningen University yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Live Science, Kamis (29/12/2011).

GIRO, TABUNGAN DAN DEPOSITO

1. GIRO
DEFINISI
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan.
TRANSAKSI GIRO
Dapat dilakukan dari peristiwa setoran nasabah baik tunai maupun kliring, setoran dari transfer, pemindahbukuan karena kliring atau transfer, penarikan tunai atau kliring penambahan karena jasa giro dan bunga dsb.
1.1. TRANSAKSI PEMBUKAAN REKENING GIRO DAN PENYETORAN
1.1.1. SETORAN TUNAI
Ny. Diony calon nasabah Bank DKI ingin membuka rekening giro pada Cabang Jakarta
dengan melakukan setoran tunai sebagai setoran awal rekening gironya sebesar Rp
100.000.000,00 dan biaya administrasi untuk buku cek sebesar Rp 50.000,00
Kas Rp. 100.050.000,00
Giro Ny. Diony Rp. 100.000.000,00
Persediaan buku cek Rp. 50.000,00
1.1.2. SETORAN KLIRING
Ny. Diony menyerahkan cek giro Bank BNI sebesar Rp 10.000.000,00 untuk disetorkan
pada rekening gironya di Bank DKI.
Bank Indonesia -giro Rp 10.000.000,00
Warkat Kliring Rp 10.000.000,00
Pada waktu kliring berhasil :
Warkat Kliring Rp. 10.000.000,00
Giro Ny. Diony Rp. 10.000.000,00
1.1.3. PENYETORAN MELALUI TRANSFER
Ny. Diony menerima transfer dari Ibu Endang nasabah Bank BCA sebesar Rp 5.000.000,00
Giro BCA Rp 5.000.000,00
Giro Ny. Diony Rp 5.000.000,00
1.2. PENARIKAN GIRO
1.2.1. PENARIKAN TUNAI
Ny. Diony menarik selembar cek untuk dibayarkan secara tunai oleh Bank DKI sebesar
Rp 15.000.000,00
Giro Ny. Diony Rp. 15.000.000,00
Kas Rp. 15.000.000,00
1.2.2. PENARIKAN KLIRING
Ny. Diony menerbitkan cek sebesar Rp 4.000.000,00 diberikan kepada temannya Nn.
Early seorang nasabah Bank Permata
Giro Ny. Diony Rp 4.000.000,00
Bank Indonesia – giro Rp 4.000.000,00
1.2.3. PENARIKAN DENGAN AMANAT
Ny. Diony memerintahkan Bank DKI untuk mendebet rekening gironya sebesar Rp
2.000.000,00 untuk dipindahbukukan ke dalam rekening Ny. Ira pada Bank DKI Cabang
Depok.
Giro Ny. Diony Rp 2.000.000,00
RAK * Cabang Jakarta Rp 2.000.000,00
*) Rekening Antar Kantor
2. JASA GIRO
2.1 DASAR PERHITUNGAN JASA GIRO
2.1.1. Saldo Terendah
2.1.2. Saldo Rata-rata
2.1.3. Saldo Harian
2.1.4. Saldo Mengambang
2.2. PENDAPATAN JASA GIRO
Ny. Diony dalam Bulan September 2006 memperoleh jasa giro sebesar Rp 500.000,00
Jasa Giro Rp 500.000,00
Giro Ny. Diony Rp 500.000,00
3. TABUNGAN
DEFINISI
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki.
3.1 PEMBUKAAN DAN PENYETORAN TABUNGAN
3.1.1. SETORAN TUNAI
Ny. Endang pada tanggal 1 September 2006 hendak membuka tabungan di Bank DKI
Cabang Jakarta. Setoran pertamanya Rp 500.000 tunai
Kas Rp 500.000,00
Tabungan Ny. Endang Rp 500.000,00
Pada tanggal 4 September 2006, Ny. Endang kembali menyetor untuk rekening
tabungannya dengan menyerahkan selembar cek Rp 4.500.000,00 dari Ny. Ira nasabah Bank
DKI Jakarta. Pada hari yang sama ia juga mendapat transfer dari rekannya melalui Bank DKI
Cabang Kalimalang sebesar Rp 7.000.000
Giro Ny. Ira Rp 4.500.000,00
RAK Cabang Kalimalang Rp 7.000.000,00
Tabungan Ny. Endang Rp 11.500.000,00
3.1.2. PENYETORAN ANTAR CABANG
Ny Endang melakukan setoran dari Bank DKI Cabang Salemba sebesar Rp. 500.000
RAK Cab. Salemba Rp 500.000,00
Tabungan Ny. Endang Rp 500.000,00
3.1.3. PENARIKAN TUNAI
Ny. Endang menarik dana tabungannya secara tunai di Bank DKI Jakarta sebesar Rp
200.000,00
Tabungan Ny. Endang Rp 200.000,00
Kas Rp 200.000,00
3.1.4. PENARIKAN MELALUI ATM
Ny. Endang menarik dananya melalui ATM sebesar Rp. 100.000,-
Tabungan Ny. Endang Rp. 100.000,00
Kas ATM Rp. 100.000,00
3.1.5. PENARIKAN ANTAR CABANG – Reciprocal Account
Ny. Endang menarik rekening tabunggannya di Bank DKI Cabang Kelapa Dua sebesar
Rp 1.500.000,00 tunai.
> Pencatatan pada Cabang Kelapa Dua :
RAK Cabang Jakarta Rp 1.500.000,00
Kas Rp 1.500.000,00
> Pencatatan pada Cabang Jakarta (penerbit)
Tabungan Ny. Endang Rp 1.500.000,00
RAK Cabang Kelapa Dua Rp 1.500.000,00
3.1.6. PERHITUNGAN BUNGA
Ny. Endang pada Bulan September 2006 mendapatkan bunga tabungan sebesar Rp
100.000,00
Biaya bunga tabungan Rp 100.000,00
Tabungan Ny. Endang Rp 100.000,00
3.1.7. PENUTUPAN REKENING
Penutupan rekening nasabah harus dilakukan pada cabang penerbit.
Ny. Endang pada Bulan Oktober 2006 mengambil seluruh dananya sebesar Rp
10.800.000,00 dan sekaligus menutup rekening tabungannya
Tabungan Ny. Endang Rp 10.800.000,00
Kas Rp 10.800.000,00
4. TABUNGAN KARTU SMART
DEFINISI
Tabungan yang mempunyai kartu dimana pada kartu tabungan tersebut diberikan suatu processor (chips) untuk menyimpan data transaksi nasabah.
MANFAAT
• Alat pembayaran di toko-toko (Point of Sale)
• Alat untuk memperoleh diskon
• Pengganti uang tunai
4.1 PENGOPERASIAN TABUNGAN SMART SECARA ON-LINE
4.1.1. PEMBUKAAN DAN PENYETORAN
Nn. Early membuka rekening Tabungan Kartu Smart secara tunai dengan setoran awal Rp
1.000.000,00 dan beban kartu sebesar Rp 15.000,00
Kas Rp 1.015.000,00
Tabungan Nn. Early Rp 1.000.000,00
Persediaan Kartu Tabungan Rp 15.000,00
Pada saat kartu diberikan ke nasabah, chips sudah mencatat nilai sebesar Rp 1.000.000,00
4.1.2. PENGGUNAAN KARTU SMART PADA MERCHANT
Nn. Early berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang menerima Kartu Smart dari
bank bersangkutan sebesar Rp 300.000,00
Tabungan Nn. Early Rp 300.000,00
Giro Merchant Rp 300.000,00
4.2. PENGOPERASIAN TABUNGAN SMART SECARA OFF-LINE
4.2.1. PEMBUKAAN DAN PENYETORAN
Nn. Early membuka rekening Tabungan Kartu Smart secara tunai dengan setoran awal Rp
1.000.000,00 dan beban kartu sebesar Rp 15.000,00
Kas Rp 1.015.000,00
Tabungan Nn. Early Rp 1.000.000,00
Persediaan Kartu Tabungan Rp 15.000,00
Pada saat kartu diberikan ke nasabah, chips belum mencatat nilai sebesar Rp
1.000.000,00, untuk itu harus dilakukan proses download terlebih dahulu.
4.2.2. TRANSAKSI DOWNLOAD KEDALAM CHIPS
Nn. Early melakukan proses download kedalam chips sebesar Rp 400.000,00
Tabungan Nn. Early Rp 400.000,00
Tabungan Kartu Chips Rp 400.000,00
Rekening Tabungan dalam pembukuan bank tetap berjumlah Rp 1.000.000,00 terpecah
pada rekening semula Rp 600.000,00 dan pada kartu chips Rp 400.000,00
4.2.3. PENGGUNAAN KARTU SMART PADA MERCHANT
Nn. Early berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang menerima Kartu Smart dari
bank bersangkutan sebesar Rp 300.000,00
Tabungan Kartu Chips Rp 300.000,00
Giro Merchant Rp 300.000,00
Rekening Tabungan dalam pembukuan bank kini berjumlah Rp 700.000,00
terpecah pada rekening semula Rp 600.000,00 dan pada kartu chips Rp 100.000,00
4.3. PENARIKAN TUNAI MELALUI ATM
4.3.1. TARIK TUNAI DENGAN CHIPS
Nn. Early menarik uang tunai melalui ATM dari Chips sebesar Rp 50.000,00
Tabungan Kartu Chips Rp 50.000,00
Kas Rp 50.000,00
4.3.2. TARIK TUNAI DENGAN MAGNETIC STRIPE (MS)
Nn. Early menarik uang tunai melalui ATM dengan MS sebesar Rp 50.000,00
Tabungan Nn. Early Rp 50.000,00
Kas Rp 50.000,00
5. DEPOSITO
DEFINISI
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berakhir.
5.1. TRANSAKSI DEPOSITO
Ny. Ira melakukan setoran tunai untuk pembukaan rekening Deposito berjangka 6 bulan
sebesar Rp 20.000.000,-
Kas Rp. 20.000.000,00
Deposito 6 bulan Ny Ira Rp. 20.000.000,00
5.2. PERHITUNGAN BUNGA DEPOSITO
Bank akan memberikan bunga 12% pa dengan perhitungan ( 20.000.000 x 12% ) / 12 bulan maka bunga yang akan diterima adalah Rp 200.000 per bulan
Biaya Bunga Depo Rp. 200.000,00
Bunga YMH dibayar Depo Rp. 200.000,00
> Pada saat bunga di ambil tunai :
Bunga YMH dibayar Depo Rp. 200.000,00
Kas Rp. 200.000,00
Atau…
> Pada saat bunga dipindahkan ke rekening tabungan
Bunga YMH dibayar Depo Rp. 200.000,00
Tabungan Ny Ira Rp. 200.000,00
5.3. PENCAIRAN DEPOSITO YANG BELUM JATUH WAKTU
Ny. Diony mempunyai deposito Rp 50.000.000,- bunga 19 % pa untuk jangka 1 tahun,
ternyata hendak dicairkan setelah jatuh tempo bulan ke 3, maka Ny. Diony akan di kenakan
penalty Rp. 625.000,-
Deposito Ny. Diony Rp. 50.000.000,00
Pendapatan op lain-lain Rp. 625.000,00
Kas Rp. 49.375.000,00

AKUNTANSI PERBANKAN

PENGERTIAN BANK
Secara sederhana dapat diartikan sebagai Lembaga Keuangan yang
kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat, serta memberikan
jasa bank lainnya
Menurut UU Perbankan No. 10 tahun 1998
Badan Usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak
Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan
utama yaitu :
a. Menghimpun dana c. Memberikan jasa-jasa lainnya
b. Menyalurkan dana
FUNGSI PERBANKAN
Lembaga Kepercayaan Masyarakat dan stabilitas ekonomi
Agent of stability, trust and welfare
Pertumbuhan Ekonomi
Agent of development/growth
Peningkatan Pemerataan
Agent of Equality
FUNGSI DAN PERANAN BANK

SURPLUS UNIT
PENDAHULUAN
Sistem Informasi Perbankan
Jenis-jenis Bank (Klasifikasi Bank)
Menurut UU Perbankan No. 10 tahun 1998, bank dibagi atas 2 jenis yaitu :
1. Bank Umum
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
Modal disetor  3 triliun rupiah
2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
Modal disetor
Jabotabek Rp. 2 milyar Wilayah lainnya Rp. 500 juta
Ibukota propinsi Rp. 1 milyar
Jenis-jenis bank berdasarkan :
a. Fungsi
Henny Medyawati
Universitas Gunadarma Page 2
BANK
DEFICIT UNIT
Agent of :
1. Stability, trust and
welfare
2. Development
3. Equality
Financial Intermediary
Direct Investing
Capital Market
Other Investment
Sistem Informasi Perbankan
 Bank Sentral (Bank Indonesia)
 Bank Umum, bank yang sumber utama dananya dari simpanan
masyarakat, terutama giro, tabungan, deposito serta
pemberian kredit jangka pendek dalam penyaluran dana
o Bank Umum Konvensional
o Bank Umum Syariah
Bank Pembangunan, bank yang dalam pengumpulan dananya
terutama berasal dari penerimaan simpanan dalam bentuk
deposito serta commercial paper jangka menengah dan
panjang
BPR, kantor bank di kota kecamatan yang merupakan unsur
penghimpunan dana masyarakat maupun menyalurkan
dananya di sektor pertanian/pedesaan
BPR Konvensional
BPR Syariah
b. Kepemilikan
Bank Pemerintah (BNI, BRI, BTN, BDN, Bank Eksim, Bapindo,..)
seluruh modalnya dari kekayaan Negara yang dipisahkan dan
pendiriannya di bawah UU tersendiri
Bank Pembangunan Daerah (DKI, Bank Jabar, BPD Sumut,…),
modalnya merupakan harta kekayaan milik Pemda ybs
Bank Swasta Nasional (BCA, Lippo, BII,…), milik swasta nasional,
seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI didirikan dalam bentuk
Perseroan Terbatas
Henny Medyawati
Universitas Gunadarma Page 3
Sistem Informasi Perbankan
Bank Swasta Asing (Rabobank, ABN-Amro Bank,….), didirikan dalam
bentuk cabang bank luar negeri atau campuran
Bank Koperasi (Bukopin), bank yang pengoperasiannya berlandaskan
hukum koperasi dan anggotanya terdiri dari badan-badan hukum
koperasi
c. Kegiatan Operasional Bank
Bank Devisa, diberikan hak dan wewenang oleh BI untuk melakukan
transaksi valuta asing dan lalu lintas devisa serta hubungan
koresponden dengan bank asing luar negeri
Bank Non Devisa, bank yang dalam operasinya hanya melaksanakan
transaksi di dalam negeri (rupiah) dan tidak melaksanakan transaksi
valuta asing atau hub. dengan luar negeri
d. Sistem organisasi bank
Unit banking, jasa perbankan hanya diberikan melalui satu kantor
bank saya (timbul karena bank hanya membatasi diri pada pelayanan
yang kecil karena manajemennya tidak mau dicampuri)
Branch banking, sistem operasional ada di beberapa tempat
(dikendalikan dan diawasi oleh Kantor Pusat)
Correspondent banking, perwakilan suatu bank pada daerah/Negara
yang tidak ada kantor bank yang bersangkutan (untuk membantu
jasa pelayanan)
e. Penciptaan uang giral
Bank Primer (LIPPO, BII)
Henny Medyawati
Universitas Gunadarma Page 4
Sistem Informasi Perbankan
Tidak sekedar kumpulan dana dan memberi pinjaman, tapi
melaksanakan segala transaksi yang berhubungan langsung dengan
kas
Bank Sekunder (bank pasar, bank desa)
Sekedar melayani transaksi kas langsung seperti pinjaman dan
simpanan
PERKEMBANGAN JUMLAH BANK DI INDONESIA
Tabel 1. Jumlah Bank di Indonesia Tahun 1996-1998
No. Jenis Bank 1996 Juli 1997 Des. 1997 1998
1. Bank Persero 7 7 7 7
2. Bank Pembangunan Daerah 27 27 27 27
3. Bank Swasta 164 160 144 130
4. Bank Asing & Campuran 41 44 44 58
5. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 9276 9230 9230 9147
6. Bank Umum Syariah 1 1 1 1
Jumlah 9516 9469 9453 9370
Sumber : Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia, Februari 1999
Tabel 2. Jumlah Bank di Indonesia Desember 2008
No. Jenis Bank Desember 2008
1. Bank Persero 5
Henny Medyawati
Universitas Gunadarma Page 5
Sistem Informasi Perbankan
2. BPD 26
3. Bank Swasta 71
4. Bank Asing & Campuran 28
5. Bank Umum Syariah 5
6. Bank Umum Umum Konvensional yang memiliki
Unit Usaha Syariah 27
7. Bank Perkreditan Rakyat 1772
8. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah 131
Jumlah 2065
Sumber : Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia, Desember 2008
Sebagai bisnis jasa, bank memiliki 4 karakteristik :
1. Intangibility (tidak berwujud)
Pelayanan jasa perbankan tidak dapat diraba, dilihat atau dipajang
2. Inseparatability (tidak dapat dipisahkan)
Jasa perbankan tidak dapat dibuat terlebih dahulu baru dikonsumsi,
tetapi harus dilakukan pada saat yang bersamaan. Proses produksi
terjadi pada saat yang sama dengan proses konsumsi
3. Variability (keanekaragaman)
Kualitas pelayanan jasa perbankan memiliki tingkat keragaman yang
tinggi tergantung dari tempat, waktu dan personal yang
melakukannya
4. Perishability (mudah rusak)
Jasa tidak dapat disimpan karena proses produksi terjadi pada saat
konsumsi

Sejarah, Pengertian, Pemakai, dan Profesi Akuntansi

A. SEJARAH AKUNTANSI
Seorang siswa pada akhir bulan menghitung jumlah uangnya berdasarkan buku hariannya. Pengeluaran yang ada antara lain : untuk pembayaran SPP, transport, membeli alat tulis, jajan, dan kebutuhan lainnya. Setelah di jumlahkan uang pemberian dari orang tuanya siswa, sisanya tinggal sedikit. Hal itu dilaporkan kepada orang tua untuk mendapatkan tambahan dana pada bulan berikutnya. Mengapa siswa itu perlu membuat catatan untuk pengeluran dan pemasukan ?
Karena mereka akan dapat melihat, menilai dan memutuskan untuk tindakan berikutnya, apakah mereka akan tetap jajan sehingga tidak mempunyai simpanan, dan lain-lain. Bagi orang tua dia akan menentukan perlu atau tidaknya diberikan tambahan dana, atau hanya akan diberikan tiap hari sesuai dengan kepentingannya.
Jika diperhatikan masalah diatas, sebenarnya setiap orang membutuhkan catatan, begitu pula dengan para pedagang dari Genoa, untuk menghitung berapa keuntungan/kerugian dalam berdagang, mereka akan membendingkan jumlah harta pada waktu berangkat dengan jumlah harta pada waktu pulang. Itulah awal mula perkembangan timbulnya akuntansi, yang prosesnya bersamaan dengan perkembangan bisnis.
Pada tahun 1494 lahirlah buku pertama “SUMMA DE ARITHMETICA GEOMETRICA, PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu babnya memuat akuntansi, dibuat oleh Lucas Pacioli yang kemudian dikenal sebagai bapak akuntansi.
Pada abad ke 15 romawi jatuh, pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga perkembangan akuntansi memakai system kontinental. Setelah belanda meninggalkan Indonesia, maka pada zaman jepang terdapat kekosongan tenaga akuntansi. Oleh sebab itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan disinilah awal mulanya keberadaan akuntan di Indonesia.
Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri (AS), dan sejak itu pula system akuntansi bergeser dari system kontinental ke system Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-lomba membuka jurusan akuntansi, dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi di Indonesia.
PENGERTIAN DAN KEGUNAAN
a. Pengertian Akuntansi
Istilah akuntansi yang merupakan terjemahan bebas dari Accountancy, mempunyai pengertian yang menurut ahli yang satu dengan yang lain tidak sama. Walaupun demikian pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sejenis. Menurut American Accounting Association, yaitu lembaga yang bertugas memberikan gelar Akuntan di AS, mendefinisikan sebagai berikut :
Proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas, bagi pihak pemakai informasi.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a. Akuntansi merupakan proses identifikasi/pengenalan, pengkuran dan pelaporan ekonomi.
b. Informasi yang di hasilakan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk penilaian dan pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya.
b. Kegunaan Akuntansi
Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu lembaga/badan usaha kepada pihak yang berkepentinagn, baik yang di dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat kuantitatif yang berupa angka-angka suatu uang yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan, yang berguna untuk :
a. Perencanaan
Melalui informasi ekonomi yang tepat, maka manajemen perusahaan dapat menyusun rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
b. Pengendalian
Melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajeman perusahaan dapat mengontrol, menilai terhadap jalannya perusahaan.
c. Pertanggung jawaban
Walaupun laporan keunagan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menelusuri data kuantitatif (misal jumlah karyawan), sehingga dapat digunakan utuk bahan pertanggungjawaban manajemen, yang akan dapat digunakan untuk mengambil keputusan pada masa-masa yang kan datang.
C. PEMAKAI AKUNTANSI
Tujuan akuntansi adalah memberikan informasi keuanagn kepada pemakai/pihak-pihak lain yang memerlukan :
Pihak-pihak yang memerlukan akuntansi antara lain :
1. Pihak intern
Manajemen berkepentingan langsung dan sangan membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian/controlling, pengkoordinasian/coordinating dan perencanaan/planning suatu perusahaan.
2. Pihak extern
a. Pemilik/investor dan calon pemilik
Pemilik memerlukan akuntansi untuk memenuhi posisi maju/mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat menentukan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjual atau menanam modalnya di perusahaan lain.
Calon pemilik dapat menentukan apakah dia akan menanamkan modalnya pada perusahaan itu.
b. Kreditor dan calon kreditor
Informasi akuntansi berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman, sehingga dapat dijadikan pedoman apakah akan di tambah pinjamannya atau justru akan ditarik pinjaman yang telah diberikan.
Bagi calon kreditor berguna untuk menilai resiko yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan ataru diberikan.
c. Pemerintah
Informasi akuntansi bai pemerintah sangan berguna untuk tujuan pajak dan pengaturannya, pemeriksaan terhadap kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, dan sebagai lat penilai apakah perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, serta pemantauan perkembangan perusahaan melalui Biro Pusat Statistik.
d. Karyawan
Informasi ekonomi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kelangsungan hidupnya, maju mundurnya perusahaan yang berguna untuk kemantapan kerja, pertimbangan naik turunnya gaji dan jaminan social.
e. Pelanggan
Informasi ekonomi berguna untuk mengevaluasi hubungan usaha hubungan usaha dengan perusahaan, dan menentukan kelanjutan hubungan di masa mendatang.
D. MACAM-MACAM AKUNTANSI
1. Akuntansi Keuangan
Adalah akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi keuangan. Hasil akhir akuntansi keuangan adalah Laporan Laba/rugi, Laporan perubahan modal, neraca, Laporan perubahan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan prisip akuntansi yang berterima umum.
2. Akuntansi manajemen
Adalah akuntansi yang memberikan informasi baik keuanagn (kuantitatif) maupun bukan keuanagan(kualitatif), untuk kepentinagn manajemen perusahaan. Bidang ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengendalian operasi perusahaan.
Macam-macam akuntansi yang lain :
a. Akuntansi Biaya
b. Akuntansi Pemerintah
c. Akuntansi Sosial
d. Akuntansi Internasional
e. Akuntansi Pemeriksaan
f. Akuntansi Perpajakan
g. Akuntansi Peranggaran
Profesi di bidang akuntansi di sebut akuntan.
Macam-macam akuntan dan tugasnya, menurut UU No.34 th. 1945 :
a. Akuntan Privat/Intern/Manajemen
Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan/ organisasi tertentu, bertugas menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.
b. Akuntan Publik (Extern)
Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (indepeden) terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Hasil laporan keuangan dinyatakan dalam laporan akuntansi yang berisi pendapat tentang kewajaran atau kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya.
Tugas selain pemeriksaan adalah :
- Konsultasi perencanaan dan pelaporan pajak
- Penyusunan anggaran
- Penyusunan system akuntansi
- Penyusunan system akuntansi
- Penyususnan laporan keuangan
c. Akuntan Pemerintah
Adalah akuntan yang bekerja di lembaga pemerintahan, misalnya : di BPK, Dirjen pajak, BPKP, Departemen keuangan dan lain-lain.
Tugasnya adalah mengawasi keuangan dan kekayaan negara sampai pengelolaan keuangan dan kekayaayn negara.
d. Akuntan Pendidik
Akuntan yang bekerja di lembaga pendidikan untuk mengajarkan, melakukan riset dan mengembangakan pengetahuan akuntansi.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management