Headline

Rabu, 11 Januari 2012

Perempuan dengan Tubuh Luar Biasa, Punya 2 Kemaluan & 2 Rahim

img
(Foto: dailymail)


Selama masa pubertas, seorang perempuan mengalami kram perut yang mengerikan dan masa menstruasi yang sangat berat. Saat berusia 18 tahun ia baru tahu bahwa dirinya memiliki dua vagina. Tak Selama masa pubertas, seorang perempuan mengalami kram perut yang mengerikan dan masa menstruasi yang sangat berat. Saat berusia 18 tahun ia baru tahu bahwa dirinya memiliki dua vagina. Tak hanya itu, dokter juga mendiagnosisnya memiliki dua rahim dan dua serviks

Hazel Jones (27 tahun) mengalami uterus didelphys atau rahim ganda, yang merupakan kondisi yang sangat langka. Kondisi ini membuat tubuh Hazel menjadi sangat menakjubkan karena ia memiliki dua rahim (uterus yang terpisah), dua leher rahim (serviks) dan dua vagina,

"Saya merasa nyaman dengan kondisi tersebut, meskipun faktanya saya harus kehilangan keperawanan efektif dua kali," jelas Hazel Jones yang berasal dari High Wycombe, UK, pada acara ITV's This Morning seperti dilansir Dailymail, Kamis (12/1/2012).

Setelah mengetahui kondisinya yang langka, Hazel tidak segan-segan menceritakannya kepada orang lain yang ia temui. Menurutnya, ini adalah kondisi yang luar biasa dan ceritanya bisa mencairkan suasana yang tegang.

"Jika ada perempuan lain yang ingin melihat, saya cukup senang untuk menunjukkannya kepada mereka. Ini bukan sesuatu yang membuat saya malu," jelasnya.

Hazel baru mengetahui kondisinya setelah pasangannya mengatakan bahwa ia memiliki area genital yang berbeda. Dokter pun akhirnya menemukan bahwa tubuh Hazel memiliki dua rahim (uteruses), dua serviks (leher rahim) dan dinding pemisah antara dua vagina.

"Ketika dalam perkembangan, rahim seorang perempuan berasal dari 2 tabung. Kedua tabung itu kemudian bergabung, septum (pembatas 2 tabung) rusak dan membentuk satu rahim (uterus)," jelas Dr Dawn Harper, dokter yang menangani Hazel.

Dr Dawn Harper menambahkan sekitar 1 dari 3.000 kasus, septum tetap berada di dalam rahim. Tetapi untuk benar-benar memiliki dua rahim yang terpisah adalah kasus yang jauh lebih jarang lagi.

Hazel mengatakan sebelumnya ia mengalami hubungan seks yang tidak nyaman dengan kondisinya yang luar biasa, tetapi setelah mengetahui kondisinya ia tidak lagi mengalami masalah yang berarti. Ia pun menolak untuk melakukan operasi karena hal itu bisa meninggalkan jaringan parut yang signifikan.

"Ketika saya masih remaja, saya pikir saya mengalami sistitis (infeksi kandung kemih) dan infeksi urine. Saya menderita kram yang mengerikan dan periode menstruasi saya terasa sangat berat. Sekarang saya tahu, periode menstruasi saya lebih berat karena saya punya dua rahim. Jadi jika saya hamil, saya harus sadar untuk tidak hamil di sisi rahim yang lain," papar Hazel.

Dr Harper menambahkan bahwa Hazel lebih mungkin mengalami breached birth (bayi sungsang) karena rahimnya yang lebih kecil dan dia lebih cenderung membutuhkan operasi caesar. Dia juga harus memiliki tes Pap smear ganda ketika memeriksa kanker serviks.

Tetapi hal tersebut tidak masalah bagi Hazel, karena hingga saat ini ia mengakui memiliki kehidupan seksual yang hebat.

Sumber: detik.com

VIDEO Penemuan 'Harta Karun' 6,5 Miliar Dolar



Sebuah timbunan 'harta karun' ditemukan di Waterloo, pinggiran Kota Sydney, Australia. 'Harta karun' yang bernilai miliaran dolar Australia itu ditemukan di sebuah tempat tersembunyi.

Harta itu berupa sejumlah uang dolar Australia, sejumlah mata uang asing, emas batangan, batu-batuan berharga, hingga barang antik.
Nilai uang yang ditemukan mencapai AUD$4 miliar. Total harta itu mencapai AUD$6,5 miliar.

Barang-barang berharga itu kini disita oleh polisi. Polisi memperkirakan barang-barang itu dicuri dari sejumlah toko perhiasan di sekitar wilayah utara Sydney dan selatan Melbourne. Setidaknya 2 orang ditahan karena dicurigai mencuri barang-barang itu dari toko.
Lihat video harta itu di sini.

Sumber: Viva News

Tentara AS Kencingi Mayat Taliban

Korps Marinir Amerika Serikat dicoreng namanya oleh beredarnya video yang menampilkan para tentara mereka tengah mengencingi mayat anggota Taliban. Pentagon saat ini tengah menyelidiki rekaman tersebut.

Seperti diberitakan USA Today, Rabu 11 Januari 2011, video berdurasi 40 detik itu diunggah di YouTube pada Selasa lalu. Dalam video, terlihat empat orang tentara AS yang mengenakan seragam tempur Marinir berdiri di atas tiga mayat, yang dalam video dikatakan sebagai mayat anggota Taliban.

Sambil bersenda gurau, mereka berempat membuka ritsleting dan langsung mengencingi mayat-mayat itu. Pada akhir video, salah satu tentara AS berkata ke arah mayat yang bersimbah darah, "Semoga harimu menyenangkan,  sobat."

Tidak diketahui kapan dan di mana video ini diambil. Namun tertera dalam catatan bahwa para tentara itu adalah anggota tim penembak jitu di Batalion ke-3, Marinir ke-2, dari Camp Lejeune di North Carolina. Para tentara mengenakan perangkat tempur lengkap, dengan granat, dan senjata laras panjang di tangan.

Pihak Pentagon mengaku terkejut dan mengatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut. Dalam pernyataannya, Pentagon mengatakan saat ini tengah mencoba mencari tahu keaslian video itu.
"Aksi dalam video tidak konsisten dengan nilai-nilai inti kami dan tidak mewakili karakter dari Korps Marinir. Masalah ini akan diselidiki sampai tuntas," demikian bunyi pernyataan Pentagon.

Tingkah Aneh Orang Tanggapi Isu Kiamat 2012

Ada saja orang yang masih percaya, kiamat akan datang pada 21 Desember 2012, saat kalender Bangsa Maya mengakhiri masa berlakunya selama 5.125 tahun.

Kekhawatiran memuncak ini bahkan membuat Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kerepotan. Meski sudah menjelaskan panjang lebar di situsnya, bahwa isu kiamat akhir tahun ini bohong belaka, masih ada orang yang penasaran.

Seperti dimuat Daily Mail, 10 Januari 2012, NASA mendapat sekitar 5.000 surat elektronik atau email yang bertanya soal ramalan Maya. Di antaranya bahkan mengajukan pertanyaan ekstrem: apakah mereka sebaiknya bunuh diri sebelum hari akhir tiba.

Imuwan senior Institut Astrobiologi NASA, David Morrison mengaku menerima setidaknya 10 email sehari, dari orang-orang yang khawatir, sampai mereka yang nyaris berbuat nekat.

Salah satu di antaranya, seorang perempuan dari Denmark, yang mengidentifikasikan dirinya sebagai, "ibu dari seorang bocah perempuan dan calon bayi".

Ini yang ia tulis: "Kemarin saya berniat bunuh diri, bayi dalam kandunganku, juga anak perempuanku yang baru berusia dua tahun, sebelum Desember 2012 tiba. Aku tak mau mereka mengalami pengalaman mengerikan, melihat kehancuran bumi."

Ada pula seorang remaja Amerika Serikat berusia 13 tahun yang menulis: "Aku sedang menimbang untuk bunuh diri. Aku sangat ketakutan... aku tak ingin hidup lebih lama. Aku berhak mendapatkan penjelasan."

Juga seorang anak yang mengadu,"Aku sangat takut. Satu-satunya temanku hanya anjingku. Dimana aku harus menidurkannya supaya dia tidak menderita saat kiamat datang?"

Sementara, orang-orang Amerika lain memilih jalan berbeda. Merekamembeli apapun yang ditawarkan, demi peluang bisa selamat dari kiamat -- dari buku panduan menghadapi kiamat berharga belasan dolar, hingga menyewa bunker berharga puluhan ribu dolar per orang, yang diiklankan tahan bom nuklir dan tahan terhadap tubrukan asteroid.

Gelombang ketakutan massal ini lah yang kemudian dimanfaatkan seorang pebisnis asal Kalifornia, Robert Vicino, dengan cara membangun bunker "antikiamat" di lokasi rahasia di AS. Dia mengklaim sudah 5.000 orang yang memesan tempat. Kini ia membangun bunker yang sama di Eropa.

Apa alasan orang mau membayar mahal demi selamat dari "kiamat" yang tak tentu benar?

"Kami bukan orang gila. Ini adalah masa-masa yang menakutkan. Keluargaku ingin selamat. Anda juga harus bersiap," kata salah satu pemesan bunker, Steve Cramer.

Juga ada Jason Hodge, ayah dari empat anak yang tak merasa sayang membayar mahal. "Ini investasi kehidupan," kata dia. "Hanya ingin memastikan, aku memiliki tempat yang aman bagi keluargaku, jika skrenario terburuk tiba."

Kegalauan tak hanya melanda sebagian orang Amerika Serikat. Juga merambah Bugarach, kota kecil di kaki pegunungan Pyrennees, Prancis. Sebanyak 200 penduduk harus bersaing dengan 200 ribu pengunjung yang terus berdatangan sejak awal 2012.

Para pengunjung mengincar bagian puncak gunung yang diyakini akan mengandung daya magnetis melindungi mereka dari kiamat. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa gunung Pyrennees adalah pintu menuju dimensi lain. Ada juga yang yakin itu merupakan markas rahasia alien.

Di tengah semua kekhawatiran itu, pemandangan berbeda justru ditemukan di jantung wilayah Maya di tenggara Meksiko.

Tak ada gambaran kehawatiran di sana, apalagi orang-orang yang berbondong-bondong mengungsi ke perbukitan.

Setelah menderita bertahun-tahun, akibat pukulan parah yang menimpa industri pariwisata gara-gara perang kartel narkoba, isu kiamat justru memberi mereka harapan.

Agen pariwisata Meksiko berharap, fenomena "kiamat 2012" akan menarik 52 juta pengunjung ke wilayah tersebut, dua kali lipat yang diterima seluruh wilayah negara itu.

Sementara, di Kota Tapachula, di perbatasan Guatemala, sebuah jam digital raksasa dipasang di taman utama, menghitung mundur ke tanggal 21 Desember 2012.

Kota yang Hilang" Ditemukan di Gurun Libya

Menggunakan satelit dan foto udara tim dari University of Leicester, Inggris mengidentifikasi reruntuhan di bagian paling tak ramah di Gurun Sahara, di wilayah Libya.

Sejauh ini, tim menemukan 100 wilayah pertanian yang dikelilingi benteng, desa-desa, dan struktur mirip istana dengan dinding yang masih tersisa setinggi 4 meter, serta lanskap kota. Kota itu diperkirakan berdiri pada  1 sampai 500 masehi. Tim juga menemukan pemakaman piramida, dan sistem irigasi canggih.

"Ini seperti seseorang yang datang ke Inggris dan menemukan Istana Abad Pertengahan. Keberadaan pemukiman kuno ini tak tercatat pada masa pemerintahan rezim Khadafi," kata pemimpin proyek, David Mattingly, seperti dimuat situs sains, Our Amazing Science, 7 November 2011. Jatuhnya penguasa Libya selama 42 tahun itu memungkinkan membuka ruang bagi arkeolog mengeksplorasi peradaban pra Islam di sana.

"Kota yang hilang" ini dibangun oleh peradaban yang tak begitu dikenal, bernama Garamantes, yang memiliki gaya hidup dan budaya yang relatif maju dan berperan penting dalam sejarah.

"Gambar satelit memberi kami kemampuan untuk menelaah wilayah yang luas. Kami dapat melihat dalam lanskap yang tak ramah ini, yang tak pernah ada hujan, suatu ketika pernah dipadati penduduk dan ditanami. Ini sangat luar biasa," kata Martin Sterry, yang bertanggung jawab dalam interpretasi citra satelit.

Temuan ini menentang pendapat bangsa Roma yang mengatakan, orang Garamantes barbar dan pembuat onar di wilayah tepian kekuasaan Romawi.
Peradaban di Sahara, Libya

"Faktanya, mereka sangat beradab. Tinggal di pemukiman luas, kebanyakan adalah petani di wilayah oasis. Mereka sangat terorganisir, ada kota dan desa, mengenal tulisan, seni, juga teknologi," kata Mattingly. "Garamantes justru perintis pembangunan di oasis dan membuka perdagangan trans-Sahara."

Para peneliti sebelumnya ikut mengungsi saat pasukan pemberontak menyerang rezim Khadafi Februari 2011 lalu. Mereka akan segera kembal.

Sumber: Viva News

Ditemukan, Artefak Lain Ramalan 'Kiamat' 2012


Bangsa Maya pernah meramalkan 'kiamat' akan terjadi pada 21 Desember 2012. Hal ini diketahui dari ditemukannya penanggalan dan inskripsi bangsa Maya yang terdapat di sebuah prasasti batu, yang ditemukan di situs Tortuguero, pesisir teluk negara bagian Tabasco, Mexico.

Tapi ternyata, ramalan 'kiamat' bangsa Maya tidak hanya ditemukan dari prasasti pada tablet batu di Tortuguero. Ramalan serupa juga ditemukan di sebuah ukiran (atau mungkin relief) yang terbuat dari batu bata, di dekat reruntuhan Comalcalco. Adapun Comacalco memiliki keunikan, karena jarang kuil Maya yang terbuat dari batu-bata.

Juru bicara Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Mexico, Arturo Mendez, mengatakan fragmen temuan yang juga memiliki inskripsi ini telah ditemukan sejak beberapa tahun silam. Benda ini juga telah diteliti, namun tidak dipamerkan dan hanya disimpan di institut.

"Comalcalco Brick" ini kemudian ramai didiskusikan di sejumlah forum internet. Tapi, banyak yang meragukan temuan ini merujuk tanggal 21 atau 23 Desember 2012, sebagai hari 'kiamat'.

"Beberapa telah mengajukan itu sebagai referensi lain tentang 2012, tapi saya masih belum yakin," kata David Stuart, ahli epigrafi Maya di Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat.

Stuart menjelaskan, bata itu merupakan lingkaran penanggalan. "Kombinasi hari dan bulan yang posisinya akan berulang tiap 52 tahun," ucap Stuart.

Penanggalan di bata itu, menurut Stuart, memang bersamaan dengan akhir rotasi Baktun ke-13, berdasarkan penanggalan Maya. Rotasi Baktun diperkirakan berlangsung selama 394 tahun, dan angka 13 merupakan angka sakral bagi bangsa Maya.

Penanggalan bangsa Maya diperkirakan dimulai pada 3114 SM dan berakhir di Rotasi Baktun ke-13  pada 21 Desember 2012.

Namun, penanggalan di bata itu bisa jadi menjelaskan penanggalan bangsa Maya di masa lalu. "Tak ada alasan itu tidak bisa merupakan sebuah tanggal di masa lalu, yang menjelaskan beberapa kejadian penting dan bersejarah di periode Klasik bangsa Maya. Faktanya, di glyph (inskripsi) ketiga di bata sepertinya terbaca sebagai kata kerja, 'dia (he/she/it) datang'," ucap Stuart.

"Tak ada penjelasan mengenai kalimat yang merujuk masa depan (future tense), dan menurut saya penanggalan Comalcalco ini lebih bersifat historis ketimbang sebuah ramalan," lanjut Stuart.

Berdasarkan inskripsi Tortuguero, terdapat penjelasan mengenai apa yang akan terjadi di tahun 2012. Salah satunya adalah munculnya Bolon Yokte, dewa Maya yang bersifat misterius, yang selama ini dikaitkan dengan perang dan penciptaan.

Walau inskripsi ini tidak ditemukan secara sempurna, inskripsi itu diduga menyebut kalimat: "Dia akan datang dari langit."

Institut Antropologi dan Sejarah Nasional di Mexico kemudian mengatakan, 'kiamat' pada Desember 2012 merupakan misinterpretasi bangsa Barat dalam membaca penanggalan bangsa Maya. "Ramalan barat telah memelintir cosmovision (pandangan kosmis) dari peradaban masa silam seperti bangsa Maya."
Ramalan 'kiamat' 2012 ini memang menjadi populer, terutama setelah munculnya film "2012". Film bencana besar dunia garapan Roland Emmerich ini memang mengambil inspirasi dari penanggalan bangsa Maya. Baca juga: Dicelam 2012. (Daily Mail | The Guardian, umi)

Sumber : Viva News

Misteri 'Manuskrip Nabi' Berhasil Dipecahkan

Ditulis dalam huruf asing dengan sedikit sketsa sebagai ilustrasi, membuat rahasia Manuskrip Voynich terjaga selama ratusan tahun. Manuskrip ini telah membingungkan sejarawan, kriptografer, dan bibliophiles selama berabad-abad.

Namun sekarang, akhirnya misteri itu telah berakhir. Menurut seorang pengusaha asal Finlandia, Viekko Latvala, dirinya telah berhasil menerjemahkan manuskrip yang diklaim dari 'Nabi Tuhan' itu. Latvala mengklaim telah memecahkan kode dan rahasia manuskrip yang diklaim paling misterius di dunia tersebut.

Rekan kerja Latvala, Ari Ketola, sebagaimana dikutip laman foxnews.com, menggambarkan betapa sulitnya penerjemahan karakter misterius itu. "Buku ini adalah karya hidup dan publikasi ilmiah tentang obat yang akan masih berguna hari ini," kata Ketola.

"Penulisnya adalah seorang ilmuwan tanaman, astrologi, farmasi, dan astronomi. Buku ini berisi ramalan beberapa dekade dan ratusan tahun ke depan dari waktu buku ini dibuat."

Dengan kata lain, Manuskrip Voynich --yang saat ini dimiliki Perpustakaan Manuskrip dan Buku Langka Beincke Universitas Yale di New Haven-- adalah sebuah buku herbalogi, dimana sang penulis melacak tanaman-tanaman dan menggunakannya untuk tujuan obat-obatan.

Latvala memberikan terjemahan dari tanaman 16152 yang saat ini bisa ditemukan di Ethiopia:

"Nama bunga ini adalah Heart of Fire. Bunga ini bisa membuat kulit indah bila dibuat sebagai salep. Minyak ditekan dari tunas. Salep ini digunakan untuk kulit keriput. Apakah cocok untuk ginjal dan kepala, sebagai bunga antibiotik untuk mencegah radang. Tinggi tanaman 10 sentimeter. Tanaman ini tumbuh pada daerah kering dan panas. Tanaman ini berwarna hijau terang."
Manuskrip Voynich

Lantas, bagaimana Latvala bisa menerjemahkan manuskrip yang paling misterius di muka bumi tersebut?

"Mr. Latvala mengatakan tak ada satu pun 'manusia normal' yang bisa memecahkan kode itu, sebab tidak ada kode atau metode yang bisa digunakan untuk membaca teks ini. Ini bahasa nabi," kata Ketola.

"Tipe orang yang bisa membaca teks seperti ini sangat jarang ditemukan di muka bumi. Belum tentu mereka muncul ke muka bumi dalam satu milinium... dan Mr. Veikko Latvala telah diberi kelebihan selama 20 tahun terakhir."

Namun, sejumlah kriptografer menolak mengomentari klaim yang dikeluarkan Latvala ini. baik memberikan validasi atau menolak klaim itu. Yang jelas, Ketola menolak untuk menunjukkan metode dalam memecahkan rahasia manusrip ini.

"Bahasa buku ini cukup rumit," kata Ketola. "Suku kata vokal merupakan campuran dari Spanyol dan Italia, juga dicampur dengan bahasa penulis manuskrip. Bahasa penulis manuskrip sendiri adalah bahasa Babilon langka yang diucapkan di daerah Asia kecil."

Ketola menduga, penulis naskah Voynich tidak tahu bagaimana menulis dalam bahasa lain. Jadi dia harus menciptakan alfabet sendiri dan kosa kata. "Orang ini tidak bisa menulis bahasa apapun sehingga ia harus menemukan tulisan yang bisa dia baca atau diucapkannya sendiri," katanya.

Ketola mengatakan penulis juga mengutip tulisan dari beberapa tulisan dari sejumlah pengarang untuk manuskrip ini.

Selain manuskrip Voynich, buku paling misterius lain berhasil dipecahkan oleh Kevin Knight pada bulan lalu. Dia adalah seorang ilmuwan komputer di University of Southern California Viterbi School of Engineering.

Sandi Copiale - kriptogram misterius yang terikat dalam emas dan kertas brokat berwarna hijau - adalah dokumen kode 250-tahun. Dengan mendekripsikannya, Knight dan rekan-rekannya menemukan cara kerja sebuah masyarakat rahasia yang hidup pada abad ke-18.

Namun, Knight menolak mengomentari penemuan Ketola itu.

Sumber: VIVA Sains
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management