Headline

Rabu, 11 Januari 2012

Menlu Australia: Ekonomi RI Bisa Lampaui Kami


Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd, awal pekan ini kembali berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan kerjasama bilateral yang lebih erat lagi. Rudd menyadari posisi Indonesia yang kian penting karena, menurut survei, ekonomi di negeri ini bisa melampaui Australia dalam satu dekade mendatang.

Pernyataan itu dilontarkan Rudd secara tertulis jelang kunjungannya ke Indonesia, Minggu 8 Januari 2012. Dia mencatat naiknya hubungan perdagangan kedua negara tahun lalu. "Pada 2010-2011, hubungan perdagangan Australia dengan Indonesia mencapai $13,8 miliar, naik 14 persen dari periode sebelumnya," kata Rudd. 

"Namun, masih ada potensi yang perlu digarap lebih lanjut dengan negara yang memiliki ekonomi, yang menurut survei dari PricewaterhouseCoopers, akan menjadi lebih besar dari ekonomi Australia pada 2023, dan bila negara itu terus melanjutkan pembangunannya seperti sekarang ini akan menjadi ekonomi nomor delapan terbesar di dunia pada 2050," kata Rudd.

Mantan Perdana Menteri Australia yang juga sahabat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu hari ini akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa beserta sejumlah pejabat senior lain Indonesia untuk membicarakan sejumlah isu politik, keamanan, perdagangan, lingkungan hidup, dan budaya.

"Saya akan membicarakan agenda-agenda KTT Asia Timur dan ASEAN dalam setahun ke depan, dengan terfokus pada cara-cara praktis untuk memajukan prioritas-priotas KTT Asia Timur, seperti tanggap regional terkoordinasi atas bencana alam," kata Rudd.

Australia dan Indonesia juga akan membicarakan langkah yang lebih efektif atas perang melawan terorisme serta tantangan lain bagi kedua negara, seperti penyelundupan manusia.

Setelah ke Jakarta, Rudd akan bertolak ke New York, AS, untuk menghadiri pertemuan High-Level Panel on Global Sustainability

Foto lucu...penolong pun perlu pertolongan

















Ramnit Curi 45 Ribu Password Facebook


Sebuah program jahat atau malware bernama Ramnit kembali melancarkan aksinya, kali ini menyasar para pengguna Facebook. Malware ini dilaporkan mencuri password dan username milik 45 ribu lebih pengguna.

Sebagian besar pengguna yang menjadi korban adalah pengguna Facebook di Prancis dan Inggris. Tak hanya mencuri username dan password Facebook, Ramnit juga bisa menginfeksi komputer Windows dan file Microsoft Office serta HTML.

"Kami menduga, hacker ini menggunakan data rahasia yang dicurinya untuk log-in ke akun Facebook korban. Mereka menyebar link jahat ke teman-teman Facebook korban," demikian laporan yang dilansir Cnet.

Selain itu, mereka ibarat mendapat 'bonus' ketika korban ternyata menggunakan username dan password yang sama untuk akun layanan lain seperti Gmail, Twitter dan lain sebagainya.

Ahli keamanan internet dan komputer yang mengetahui pencurian password dan username ini telah memberitahukan Facebook dan akan menyerahkan data curian yang ditemukan di server Ramnit.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management