Headline

Selasa, 17 Januari 2012

Batu Ini Lebih Mahal 10x dari Emas

 Ilmuwan mengonfirmasi temuan 15 pound atau sekitar 6,8 kilogram bebatuan meteorit yang jatuh di Maroko, Juli lalu, berasal dari planet Mars. Batu-batu ini diperkirakan bernilai 10 kali lebih berharga dibanding emas.

Sejauh ini, hanya lima kali meteroit asal Mars yang dilihat manusia sampai ke bumi. Kebanyakan, meteor-meteor yang menghujani planet kita, habis bergesekan dengan atmosfer.

Meteorit Mars terakhir ditemukan pada 1962, di mana meteorit tersebut baru saja jatuh sehingga belum terkontaminasi dengan zat-zat kimia bumi. Menurut ilmuwan, bebatuan yang ditemukan di Maroko Desember itu juga masih murni.
Menurut ilmuwan, bebatuan ini bisa jadi bukti krusial dalam pencarian manusia akan kehidupan di Mars. Bola berpendar itu sebenarnya sudah terlihat sejak enam bulan lalu di langit. Namun, batunya baru ditemukan di tanah Desember lalu di Afrika bagian utara.
Meteor
Ilmuwan dan kolektor meteorit sangat senang karena batu-batu ini cukup besar. Sebuah komite khusus meteorit, termasuk di dalamnya pakar dari NASA, mengonfirmasi hasil penelitian mereka, Selasa lalu.

Mereka mensertifikasi bahwa batu-batu yang dikumpulkan seberat 6,8 kg itu berasal dari Mars. Batu terbesar berbobot 0,9 kilogram.

Sampel baru ini ada di tangan penjual. Sebelum sertifikasi resmi keluar, ilmuwan NASA, penggiat museum, dan univesitas berlomba untuk membeli bebatuan ini.

"Ini sampel gratis dari Mars, hanya itu. Tapi anda harus membayar dealer untuk itu," kata pakar meteorit asal University of Alberta, Chris Herd. Dialah yang memimpin komite khusus yang memberikan sertifikasi untuk meteorit Maroko tersebut.

Dia sudah membeli sepotong meteroit dan dia sudah senang memegangnya, sambil memanggil batu itu, "sangat spektakuler."

Agen penjual batu Mars yang dinamai Tissint itu, Darryl Pitt, mengatakan harga Tissint US$11.000-22.500 per ons. Sejauh ini, dia sudah menjual hampir semua pasokan yang ada. Harga ini, sekitar 10 kali lipat dari harga emas.
Ilmuwan menduga, jutaan tahun lalu, sesuatu yang besar menabrak Mars dan mengakibatkan bebatuan pecahan Mars menyebar di tata surya. Setelah perjalanan panjang melalui ruang hampa, satu persatu bebatuan ini jatuh ke bumi, pecah jadi potongan-potongan kecil.

Mayoritas sampel meteorit Mars selama ini telah jatuh di bumi jutaan tahun--atau paling tidak dekade--sebelum ditemukan manusia. Dalam kurun waktu itu, bebatuan ini tercemar dengan material bumi.
Sebagian besar bebatuan Mars telah ada di bumi selama berabad-abad dan ditemukan di Antartika atau padang pasir.  Saat ditemukan, meteroit ini begitu mirip dengan batuan gelap bumi. Jika mereka jatuh di tempat lain, seperti Maryland, bebatuan ini 'berbaur' dengan batuan bumi lainnya sehingga tidak akan ditemukan.
Ilmuwan dapat mengidentifikasi batu Mars ini karena secara geologi, Mars lebih aktif, bebatuannya cenderung berusia jauh lebih muda--jutaan atau ratusan tahun--dibandingkan batu dari bulan atau asteroid.
SUMBER; VIVA News

Mahasiswa Bentrok dengan petugas TOL




Image

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Mahasiswa Makassar menerobos jalan tol dengan menggunakan sepeda motor dari arah Jalan AP Pettarani, kemarin. Aksi tersebut menyulut bentrok antara mahasiswa dan petugas tol.

MAKASSAR – Puluhan mahasiswa nekat menerobos jalan tol dengan menggunakan sepeda motor dari arah Jalan AP Pettarani menuju Markas Polda Sulselbar,Makassar,kemarin.

Lolos dari pengawasan petugas, para mahasiswa kembali melintas di jalan tol seusai menggelar aksi di Mapolda Sulselbar. Padahal,kendaraan roda dua jelas-jelas dilarang melintasi jalan bebas hambatan tersebut.Namun, aksi mahasiswa yang kembali menggunakan sepeda motor di tol seusai menggelar aksi di Mapolda Sulselbar digagalkan oleh petugas. Hanya, upaya pencegahan tersebut berujung bentrokan. Mahasiswa dan petugas tol terlibat insiden berdarah yang melukai tiga mahasiswa.

Ketiga mahasiswa yang terluka, yakni Syamsul Bahri, Suherdi, serta Fadli. Ketiganya adalah mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Syamsul Bahri mengalami luka robek pada kaki kanan akibat terkena senjata tajam dan harus mendapatkan enam jahitan di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar. Dua rekannya, Suherdi dan Fadli hanya mengalami luka ringan. Suhedi luka memar di bahu dan tangan kanan. Sedangkan Fadli luka di kaki akibat sabetan senjata tajam.

Informasi yang dihimpun SINDO di lokasi kejadian, bentrokan tersebut bermula saat puluhan mahasiswa dari berbagai kampus mengendarai sepeda motor memaksakan melintas di jalan tol. Mahasiswa masuk dari arah Jalan AP Pettarani hendak menuju Markas Polda Sulselbar Jalan Perintis Kemerdekaan. Seusai melakukan aksi di Polda Sulselbar, mahasiswa kembali menggunakan jalan tol hendak pulang. Saat itulah, mahasiswa dan petugas tol di pintu dua terlibat bentrok.“Puluhan petugas tol menghadang kami dan memukuli.Ada yang membawa balok ada juga yang membawa badik,” kata Nur Iksan.

Mahasiswa tak bisa melawan lantaran jumlah petugas tol lebih banyak.Bahkan,sepeda motor milik mahasiswa ditinggal di lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, mahasiswa kembali mendatangi lokasi kejadian,namun tidak ada lagi petugas yang ditemui. Lantaran kecewa atas penganiayaan yang dilakukan petugas tol, mahasiswa kemudian memblokir pintu masuk jalan tol sejak pukul 16.00 Wita hingga pukul 19.25 Wita. Kendati jalan diblokir, akses untuk masuk dan keluar jalan tol tetap berjalan.Aparat kepolisian mengalihkan kendaraan yang hendak keluar dari jalan tol ke sisi kanan.

Pembukaan blokir jalan tol ini dilakukan setelah kepolisian berjanji mengusut pelaku penganiayaan tersebut. Mahasiswa menuntut polisi mengusut pelaku penganiayaan dan mengganti seluruh biaya kerusakan sepeda motor dan biaya pengobatan. Sementara Syamsul Bahri yang sempat dirawat di RS Ibnu Sina sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah mendapat enam jahitan. Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Chevy A Sopari mengatakan, insiden ini terjadi lantaran mahasiswa menggunakan jalan tol yang semestinya dilarang untuk sepeda motor.

“Oleh petugas keamanan tol dicegah maka terjadi perkelahian,” kata Chevy. Kendati demikian, Chevy menegaskan, polisi tetap mengusut insiden berdarah ini. Sampai tadi malam, polisi masih mengumpulkan bahan keterangan baik dari pihak mahasiswa maupun petugas jalan tol. Awalnya, para mahasiswa menggelar aksi di flyover Jalan Pettarani. Mereka menuntut Polda Sulselbar segera mengungngkap penembakan terhadap mahasiswa UMI, M Nur Kusain, di Jalan Abd Daeng Sirua, 10 Mei 2011 lalu. Mereka berkumpul di flyoverdan membakar ban.

“Setelah kami pulang dari Mapolda tadi (kemarin), kami dicegat di tol dan seorang petugas membawa parang yang mengenai beberapa teman kami. Karena kesal, makanya kami tutup jalan tol,” terang Maulana, salah seorang demonstran. Akibat aksi pemblokiran di jalan, antrean kendaraan yang keluar dari tol menuju arah Pettarani mencapai dua kilometer. Selain menutup jalan, para demonstran juga merusak beberapa rambu-rambu jalan.

Tidak Boleh Dibiarkan

Menurut Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Dr Darwis, mahasiswa sebagai intelektual muda seharusnya memahami aturan dan tidak memaksakan kehendak masuk ke jalan tol dengan menggunakan sepeda sepeda motor.Karena itu,aparat kepolisian diminta mengusut motif di balik tindakan segelintir mahasiswa tersebut. “Mahasiswa mestinya tahu bahwa sepeda motor dilarang masuk ke jalan tol. Tapi, mereka memaksakan melanggar aturan itu. Ini tidak boleh dibiarkan,”ujar ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas Makassar ini.

Menurut dia, tindakan anarkis yang dilakukan puluhan mahasiswa tersebut sudah mencederai semangat dan jiwa kritis mahasiswa yang mestinya meneriakkan kebenaran, bukan justru melanggar aturan. Apalagi, kata dia, jika sampai melakukan kekerasan terhadap petugas jalan tol dan menutup akses jalan tersebut. “Sangat keterlaluan dan mengganggu ketentraman masyarakat. Jangan mengatasnamakan mahasiswa kalau melakukan aksi kekerasan dan mengganggu kepentingan publik. Polisi jangan biarkan mereka bertindak beringas seperti ini,”katanya.

Tindakan segelintir mahasiswa ini, lanjut Darwis, akan membangun stigma negatif di tengah-tengah masyarakat bahwa mahasiswa Makassar anarkistis. Padahal, kata dia, sejatinya mahasiswa sebagai masyarakat yang terdidik harus menjadi teladan. “Akhirnya rakyat antipati terhadap mahasiswa karena gerakan yang dilakukan kontraproduktif dengan nama besar yang disandangnya. Keberingasan tidak menggunakan akal sehat,”

Sumber: Harian Seputar Indonesia

Efisiensi Waktu

efisiensi waktu

HIDUP

HidUp

Bidadari Untuk Ikhwan

Bidadari untuk Ikhwan

Jalan Terindah

Jalan Terindah
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management