Headline

Selasa, 01 November 2011

Analisis Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN
Adalah sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan bagi pemakai laporan keuangan.Laporan ini memuat laporan keuangan dasar dan juga analisis manajemen atas operasi tahun lalu dan pendapat mengenai prospek-prospek perusahaan di masa yang akan datang.

BAGIAN-BAGIAN LAPORAN KEUANGAN MELIPUTI :
  • Neraca (Balance Sheet), menyajikan aktiva pada sisi sebelah kiri,yang merupakan alokasi dari dana,kewajiban dan ekuitas pada sebelah kanan yang merupakan sumber dana perusahaan.
  • Laporan Laba Rugi (Income Statement), Laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan selama satu periode akuntansi,biasanya setiap satu kuartal atau satu tahun.
  • Laporan Laba Ditahan (Statement of Shareholders Equity), menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas untuk mengidentifikasi alasa perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktivanya.
  • Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow), Tujuan dari pembuatan laporan arus kas ini adalah:
  1. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.
  2. Memberikan informasi mengenai efek kas dari tiga kategori aktivitas yaitu aktivitas investasi,aktivitas pendanaan,aktivitas operasi.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
  1. Untuk menyediakan informasi yang menyangkut kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  2. Menunjukkan apa yang dilakukan manajemen(stewardship),atau pertanggungjawaban manajemen atas sumberdaya yang dipercayakan kepadanya.
PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN TUJUAN PENGGUNAANNYA

  1. Investor : penanam modal dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
  2. Karyawan : karyawan dan kelompok yang mewakili merekatertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, juga tertarik dengan informasi untuk~ menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, imbalan pasca kerja dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman : pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjamari serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. ~
  4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya : pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang kewajibannya akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usah berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utam rnereka bergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Pelanggan : para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan.
  6. Pemerintah : pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumberdaya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statisti lainnya
  7. Masyarakat : perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat daiam berbagai cara. Misalnya: perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan dan rangkaian aktivitasnya.
MACAM-MACAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
  • Analisis Time Series dan Cross Sectional
  1. Analisis Trend atau time series adalah analisis rasio perusahaan untuk beberapa periode. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang lalu (rasio historis) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang pada perusahaan yang sama. Analisis trend dapat melihat apakah prestasi perusahaan itu meningkat atau menurun selama periode tertentu, mengestimasi kemungkinan terjadi peningkatan atau penurunan pada kondisi keuangan tertentu
  2. Analisis Cross Sectional, dengan analisis ini analis membandingkan rasio-rasio perusahaan (company ratio) dengan rata-rata rasio perusahaan sejenis atau industri (rasio rata-rata/rasio standard) untuk waktu yang sama.

  • Analisis Commond Size dan Analisis Index
  1. Analisis Commond Size, untuk membuat perbandingan elemen-elemen laporan keuangan dengan command base-nya. Laporan keuangan neraca pada sisi aktiva didasarkan pada total aktiva sehingga total aktiva sama dengan 100%. Elemen-elemen lain dari aktiva dibandingkan dengan total aktiva. Elemen-elemen kewajiban dan modal sendiri didasarkan pada total kewajiban dan modal sendiri. Laporan laba rugi commond base-nya penjualan, elemen-elemen laporan laba rugi dibandingkan dengan penjualan.
  2. Analisis Index, memilih tahun dasar sebagai commond base-nya elemen-elemen laporan keuangan pada periode lain dibandingkan dengan elemen-elemen laporan keuangan yang sama dengan tahun dasar tersebut.

Ngapain sih kita peduli sejarah akuntansi? kata Imam Syafi’i : “Barang siapa mempelajari hisab (akuntansi), pikirannya bagus.”

Ngapain sih kita peduli sejarah akuntansi?
kata Imam Syafi’i : “Barang siapa mempelajari hisab (akuntansi), pikirannya bagus.”
————————
Alkisah, Luca Bartolomes Pacioli, seorang “Renaissance man”, adalah seorang yang menguasai banyak bidang, mulai dari religius sampai militer, dari matematik sampai obat-obatan.
Dia dibantu oleh Leonardo da Vinci dalam pembuatan karyanya Divina Proportione, dan sebagai gantinya Pacioli membantu menghitung bahan-bahan perunggu untuk patung karya Leonardo bernama Duke Lidovico Sforza di Milan
Ketika Pacioli menyebarkan bukunya “Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita” yang mengandung satu bab tentang akuntansi, yaitu pada tanggal 10 Nopember 1494 M, Pacioli menyebutkan di dalam bukunya bahwa sistem pencatatan sisi-sisi transaksi atau double entry dengan debit dan kredit telah ada sejak masa yang lama tetapi ia tidak menyebutkan sejak kapan dan di mana sistem ini telah ada sejak lama.
Pertanyaan yang muncul adalah: Siapakah yang menemukan sistem pencatatan sisi-sisi transaksi? Di mana hal itu? Dan bagaimana sistem ini bisa beralih ke tangan orang-orang Itali?
Sebagian sejarawan memandang bahwa sistem tersebut telah dikenal oleh penduduk dahulu, dan sistem ini tersebar di Itali melalui perdagangan, yang dimaksudkan adalah melalui kaum muslimin. Sebab, kaum muslimin pernah menjalin hubungan dagang yang kuat dengan orang-orang Itali; (terbukti bahwa mata uang beberapa bangsa Arab adalah Dinar yang merupakan mata uang bangsa Rum jaman dulu). Dan tidak ada seorang pun yang mendahului mereka dalam melakukan hal itu, sejak Eropa keluar dari masa kegelapan.
Sebenarnya hal-hal tersebut sudah ada sejak lama, namun sampai masa itu belum lengkap, sehingga belum dirasakan perlunya pencatatan dalam bentuk double entry (atau sudah merasa tapi belum kebayang). Misalnya, penulisan sudah lama ada, tapi manipulasi angka dengan aritmetika baru-baru saja ditemukan.
Satu hal lain yang membuktikan adalah bahwa aksara Romawi yang dipakai di italia waktu itu adalah tidak mengenal angka NOL. Angka nol yang kemudian dipakai adalah berasal dari angka dalam aksara arab. Penemuan angka-angka Arab untuk menggantikan angka Romawi sangat membantu dalam pengembangan akuntansi.
Bayangin aja kalo mo menulis 12.345.678,90 pakai angka romawi…!!
Bukti tertulis adalah pada Tahun 1202 M. Dimana adalah tahun dimasukkannya angka-angka Arab dan aritmetika–yang keduanya dibawa oleh kaum muslimin–ke Eropa, yaitu melalui buku yang ditulis oleh Leonardo of Pisa Putra Bonnaci atau dikenal sebagai Fibonnaci. (masih ingat pelajaran matematika tentang deret Fibonacci?) yang banyak melakukan perjalanan ke dunia Arab
Buku Fibonacci mendapatkan perhatian besar dari para pedagang, karena menyajikan cara baru penomoran dari satu sampai sepuluh. Cara ini tidak akan disajikan kepada orang-orang Eropa di Itali kecuali setelah nyata berhasil penerapannya di negara Islam di sisi penemunya, kaum muslimin. Dengan sistem ini, masalah-masalah akuntansi yang dihadapi oleh para pedagang pada saat itu berhasil diselesaikan.
Jadi kesimpulannya, sebelum Pacioli menulis dalam bukunya yang kemudian membuatnya digelari Bapak Akuntansi, para pedagang arab muslim sudah menggunakan teknik double entry tersebut dalam pencatatan transaksi mereka. Di negeri islam jaman khilafah, ada dua profesi yaitu Muhasib (dari kata hisab) dan Muhtasib (dari kata hisbah). Yang pertama adalah akuntan, yang kedua adalah auditor atau pengawas. Satu hal yang menarik, bacalah ayat 282 surat Al Baqarah. Itu adalah salah satu ayat terpanjang dalam Al Quran, dan ayat tersebut “bercerita” tentang ilmu akuntansi..!! 700 tahun sebelum Paccioli lahir..
Ngga percaya? Mau saya kutipkan disini? Panjang bo..!! ^_^
Terus kenapa ayatnya 282? Seolah-olah angka 8 diapit oleh angka 2 yang bisa dilihat sebagai prinsip keseimbangan kiri dan kanan ???
 Dan sepengetahuan saya, Anda semua mempunyai akuntan pribadi yang selalu ikut kemana Anda pergi, bukan cuma satu tapi dua. Dari kartu nama dan ID Cardnya terbaca namanya Rakib dan yang satunya Atid….
Terus dari empunya cerita, kelak akan ada auditor, bukan cuma satu tapi dua, denger-denger namanya Munkar dan Nakir…
Masih ngga percaya juga?? speechless deh saya…
Wallahu’alam

INVESTASI

Pada umumnya individu lebih menyukai konsumsi yang lebih dibandingkan konsumsi yang kurang, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasaan individu bertambah seiiring dengan bertambahnya tingkat konsumsi, dan individu cenderung ingin meningkatkan tingkat kepuasan (utilitas). Dalam meningkatkan tingkat konsumsinya individu dapat melakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah investasi. Dengan melakukan investasi individu menunda konsumsi sekarang untuk digunakan didalam produksi yang efisien untuk mengubah satu unit konsumsi  menjadi lebih dari satu unit konsumsi, sehingga kepuasan individu tersebut akan bertambah. Dengan begitu definisi dari investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu. (Jogiyanto, 2009). Tingkat konsumsi disini dapat disamakan dengan jumlah uang atau dana yang dimiliki. Menurut (Halim, 2005). Investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang.
Investasi jika dilihat dari bentuk asset-nya dibedakan menjadi dua, yaitu investasi pada  real assets dan investasi pada  financial assets. Investasi pada real assets dilakukan dalam bentuk pembelian asset produktif, seperti pada pendirian pabrik, pembelian properti, dan sebagainya. Sedangkan investasi pada financial assets  dilakukan dengan membeli surat-surat berharga seperti obligasi, saham, reksadana dan lainnya.
Investasi dalam financial assets sendiri dapat dibedakan investasi langsung dan investasi tidak langsung. Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung financial assets (surat berharga) kepada perusahaan yang menerbitkan melalui perantara atau dengan cara lain. Untuk investasi tidak langsung terdapat perusahaan investasi diantara investor (individu yang melakukan investasi) dengan perusahaan yang menerbitkan surat berharga. Perusahaan investasi disini menghimpun dana dari investor dengan cara menerbitkan saham atau reksadana, kemudian dana tersebut dikelola dengan cara membeli surat-surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan dana untuk kegiatan operasionalnya. (Jogiyanto, 2009).























Sistem Akuntansi Piutang

Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi piutang :
1.Prosedur pencatatan piutang
2.Prosedur pembuatan pernyataan piutang
3.Prosedur distribusi penjualan


Informasi mengenai piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah :
1.Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur
2.Riwayat pelunasan yang dilakukan pleh setiap debitur
3.Umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu.
Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan :
1.Faktur penjualan. Dokumen ini dilampiri dengan surat muat (bill of lading) dan surat order pengiriman.
2.Bukti kas masuk
3.Memo kredit
4.Bukti memorial (journal voucher )
catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang menyangkut piutang :
1.Jurnal penjualan, digunakan untuk mencatat timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit.
2.Jurnal retur penjualan, digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi retur penjualan.
3.Jurnal umum, digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penghapusan piutang yang tidak tertagih
4.Jurnal penerimaan kas, digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur
5.Kartu piutang, untuk mencatat mutasi dan saldo piutang kepada setiap debitur.

Sistem Akuntansi Pembelian

Deskripsi kegiatan :
Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan.
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian :
1. fungsi gudang, bertanggung jawab : 
- mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang
- menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan



2. fungsi pembelian, bertanggung jawab :
- memperoleh informasi mengenai harga
- menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang
- mengeluarkan order pembelian kepada pemasok dipilih
3. fungsi penerimaan, bertanggung jawab :
- melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu dan kuantitas barang diterima dari pemasok
- menerima barang yang diretur oleh pembeli
4. fungsi akuntansi, bertanggung jawab :
- menerima faktur tagihan dari pemasok
- mencatat transaksi pembelian kedalam register bukti kas keluar

jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian :
1. prosedur permintaan pembelian
2. prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok
3. prosedur order pembelian
4. prosedur penerimaan barang
5. prosedur pencatatan utang
6. prosedur distribusi pembelian
informasi yang diperlukan manajemen dari sistem akuntansi pembelian :
1. jenis persediaan yang telah mencapai titik pemesanan kembali (reorder point)
2. order pembelian yang telah dikirim kepada pemasok
3. order pembelian yang telah dipenuhi oleh pemasok
4. total saldo utang dagang pada tanggal tertentu
5. saldo utang dagang kepada pemasok tertentu
6. tambahan kuantitas dan harga pokok persediaan dari pembelian
dokumen yang digunakan :
1.
 surat permintaan pembelian, dibuat 2 lembar untuk setiap kali 
pemesanan. Satu lembar untuk fungsi pembelian, dan tembusannya untuk 
arsip fungsi yang meminta barang.
2. surat permintaan penawaran 
harga. Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaraan harga bagi barang 
yang pengadaannya tidak bersifat berulangkali terjadi, yang menyangkut 
jumlah rupiah pembelian yang besar.
3. surat order pembelian. Dokumen ini terdiri dari 7 tembusan, yaitu :
a.
 surat order pembelian, merupakan lembar pertama surat order pembelian 
yang dikirim kepada pemasok sebagai order resmi yang dikeluarkan oleh 
perusahaan.
b. Tembusan pengakuan oleh pemasok, tembusan surat order 
pembelian ini dikirimkan kepada pemasok, dimintakan tanda tangan dari 
pemasok tsb dan dikirim kembali ke perusahaan sebagai bukti telah 
diterima dan disetujui order pembelian serta kesanggupan pemasok 
memenuhi janji pengiriman barang seperti tsb dalam dokumen.
c. 
Tembusan bagi unit peminta barang, tembusan ini dikirimkan kepada fungsi
 yang meminta pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.
d. Arsip tanggal penerimaan, tembusan ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut tgl penerimaan barang yang diharapkan.
e.
 Arsip pemasok, tembusan ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut nama
 pemasok, sebagai dasar untuk mencari informasi mengenai pemasok.
f. 
Tembusan fungsi penerimaan, tembusan ini dikirim ke fungsi penerimaan 
sebagai otorisasi untuk menerima barang yang  jenis, spesifikasi, mutu, 
kuantitas dan pemasoknya seperti yang tercantum dalam dokumen tsb.
g.
 Tembusan fungsi akuntansi, tembusan surat order pembelian ini dikirim 
ke fungsi akuntansi sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiban 
yang timbul dari transaksi pembelian.
4. laporan penerimaan barang, 
dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang
 yg diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan 
kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian.
5. surat perubahan order pembelian
6.
 bukti kas keluar, dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar 
pencatatan transaksi pembelian dan berfungsi sebagai perintah 
pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada pemasok dan sebagai surat 
pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran.
Catatan akuntansi yang digunakan :
1. register bukti kas keluar (voucher register)
2. jurnal pembelian
3. kartu utang
4. kartu persediaan

Sistem Akuntansi Penggajian dan pengupahan

Deskripsi kegiatan
Sistem akuntansi penggajian & pengupahan dalam perusahaan manufaktur melibatkan fungsi kepegawaian, fungsi keuangan dan fungsi akuntansi.
Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dari kegiatan penggajian & pengupahan :


1. jumlah biaya gaji dan upah yang menjadi beban perusahaan selama periode akuntansi tertentu
2. jumlah biaya gaji dan upah yang menjadi beban setiap pusat pertanggungjawaban selama periode akuntansi tertentu
3. jumlah gaji dan upah yang diterima setiap karyawan selama periode akuntansi tertentu
4. rincian unsur biaya gaji dan upah yang menjadi beban perusahaan dan setiap pusat pertanggungjawaban selama periode akuntansi tertentu.
Dokumen yang digunakan
1. dokumen pendukun perubahan gaji da upah, dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian berupa surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan. Tembusan dokumen ini dikirimkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah.
2. kartu jam hadir, dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir setiap karyawan di perusahaan.
3. kartu jam kerja, dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang dikonsumsi oleh tenaga kerja langsung pabrik guna mengerjakan pesanan tertentu.
4. daftar gaji dan upah.
5. rekap daftar gaji dan rekap daftar upah
6. surat pernyataan gaji dan upah, dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji & upah.
7. amplop gaji dan upah
8. bukti kas keluar, dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan berdasarkan informasi dalam daftar gaji dan upah yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji dan upah.
Catatan akuntansi yang digunakan
1. jurnal umum, digunakan untuk mencatat distribusi biaya tenaga keja ke dalam setiap departemen dalam perusahaan.
2. kartu harga pokok produk, catatan ini digunakan untuk mencatat upah tenaga kerja langsung yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu.
3. kartu biaya, digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya tenaga kerja nonproduksi setiap departemen dalam perusahaan.
4. kartu pengahasilan karyawan, digunakan untuk mencatat penghasilan dan berbagai potongannya yan diterima oleh setiap karyawan.
Fungsi yang terkait
1. fungsi kepegawaian, bertanggung jawab :
- mencari karyawan baru, menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji dan upah karyawan, kenaikan pangkat dan golongan gaji, mutasi karyawan dan pemberhentian karyawan.
2. fungsi pencatat waktu, bertanggung jawab :
- menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan
3. fungsi pembuat daftar gaji & upah, bertanggung jawab :
- membuat daftar gaji dan upah
4. fungsi akuntansi, bertanggung jawab :
- mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji dan upa karyawan
5. fungsi keuangan, bertanggung jawab :
- mengisi cek guna pembayaran gaji dan upah dan menguangkan cek tersebut ke bank
- memasukkan uang tersebut ke amplop gaji dan upah karyawan dan selanjutnya untuk dibagikan kepada karyawan yang berhak.
Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Sistem penggajian terdiri dari jaringan prosedur :
1. prosedur pencatatan waktu hadir
2. prosedur pembuatan daftar gaji
3. prosedur distribusi biaya gaji
4. prosedur pembuatan bukti kas keluar
5. prosedur pembayaran gaji
sistem pengupahan terdir dari jaringan prosedur :
1. prosedur pencatatan waktu hadir
2. prosedur pencatatan waktu kerja
3. prosedur pembuatan daftar upah
4. prosedur distribusi biaya upah
5. prosedur pembuatan bukti kas keluar
6. prosedur pembayaran upah
unsur pengendalian intern
organisasi
1. fungsi pembuatan daftar gaji & upah harus terpisah dari fungsi pembayaran gaji & upah
2. fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi
sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
1. setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji & upah harus memiliki SK pengangkatan sebagai karyawan yang ditandatangani oleh direktur utama
2. setiap perubahan gaji & upah karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji & upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada SK direktur keuangan
3. setiap potongan gaji & upah karyawan selain dari PPh harus didasarkan surat potongan gaji & upah yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian
4. kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu
5. perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan
6. daftar gaji & upah harus diotorisasi oleh fungsi personalia
7. bukti kas keluar untuk pembayaran gaji & upah harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi
8. perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan
9. tarif upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi biaya
praktik yang sehat
1. kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung
2. pemasukan kartu jam hadir kedalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu
3. pembuatan daftar gaji & upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi keuangan sebelum dilakukan pembayaran
4. penghitungan PPh karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan
5. catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management